Jurnal Studi Inovasi https://jurnal.studiinovasi.id/jsi <p><strong>Jurnal Studi Inovasi </strong>adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang berwibawa tentang riset inovasi. Riset inovasi merupakan kegiatan penyusunan sebuah ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode penelitian untuk membuat sebuah ide, gagasan, objek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, artikel ulasan, dan studi kasus yang berfokus pada Inovasi dalam teknologi, sosial, kebijakan, penelitian, produk, kesehatan, pedesaan, keuangan, birokrasi, layanan publik, serta topik terkait. Jurnal Studi Inovasi adalah jurnal yang terbit secara online empat bulan sekali.</p> Inovbook id-ID Jurnal Studi Inovasi 2775-0922 Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) sebagai Inovasi dalam Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016-2020 https://jurnal.studiinovasi.id/jsi/article/view/85 <p>Evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dalam Penanggulangan Kemiskinan Masyarakat di Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat Tahun 2016-2020 (Dibimbing oleh Bustami Rahman dan Ranto). Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah progam dalam penanganan kawasan kumuh baik di Desa maupun di kota dalam penanggulangan kemiskinan. Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar untuk meningkatkan kawasan yang layak huni. Banyaknya wilayah kumuh baik di perkotaan maupun di Desa membuat pemerintah lebih jeli lagi dalam menghadapinya. Seperti halnya Pertumbuhan penduduk bisa menimbulkan munculnya kawasan permukiman kumuh yang sering dilihat sebagai suatu permasalahan dari setiap Daerah. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, salah satu program pemerintah adalah Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan dan pencapaian yang telah dicapai oleh Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Daerah yang dikatakan kumuh apabila mencakup tujuh aspek yaitu dilihat dari kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi parit-parit atau gorong-gorong (Drainase), kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan kondisi pengaman kebakaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kebijakan publik dari Charles O. Jones untuk menganalisis evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Menurut Charles O. Jones untuk melakukan evaluasi program terdiri dari tiga bagian yaitu evaluasi bersifat politisi, evaluasi bersifat organisasional dan evaluasi bersifat nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif deskriptif sumber data primernya adalah wawancara dengan 11 informan. Informan tersebut dari ketua penanggungjawab program ini, kepala Desa dan Lurah, Ketua LKM dari Kelurahan Tanjung dan Desa Air Putih maupun yang terakhir 3 masyarakat Keluarahan Tanjung dan 3 masyarakat Desa Air Putih. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa evaluasi di kedua Daerah tersebut cukup berhasil. Dilihat dari proses pelaksanaan program ini, tepatnya di kedua Daerah mengalami perubahan yang awalnya kumuh menjadi berkurang kekumuhannya. Selanjutnya untuk pencapaian sendiri kedua Daerah tersebut sudah dibangun pembangunan infrastruktur agar masyarakat sekitar terbantu dengan adanya Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) ini, walaupun belum sepenuhnya terwujud dari beberapa aspek tersebut. Dengan hal ini untuk evaluasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di kedua Daerah tersebut cukup berhasil.</p> Belasari Belasari Bustami Rahman Ranto Ranto Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Studi Inovasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-04-29 2022-04-29 2 2 1 16 10.52000/jsi.v2i2.85 Indonesia Analisis SIG Berdasarkan Data Geologi dan Geospasial sebagai Inovasi Mitigasi Tanah Longsor Studi Kasus Daerah Wukirsari Imogiri https://jurnal.studiinovasi.id/jsi/article/view/90 <p>Indonesia merupakan negara dengan tingkat bencana tanah longsor yang tinggi, salah satunya yaitu Daerah Imogiri Bantul terutama Desa Wukirsari. Daerah Wukirsari merupakan daerah yang memiliki morfologi berupa perbukitan yang curah dan dilalui oleh jalur Sesar Opak sehingga mengakibatkan daerah tersebut rawan bencana tanah longsor yang dapat menimbukan kerugian fisik maupun korban jiwa. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini dengan melakukan pengamatan kondisi geologi, tataguna lahan, curah hujan, dan kelerengan pada daerah tersebut untuk dilakukan analisis inovasi berbasis sistem informasi geografis yang menghasilkan peta tingkat kerentanan bencana tanah longsor pada daerah penelitian. Daerah penelitian memiliki morfologi perbukitan yang curam hingga terjal dengan batuan penyusun berupa batuan piroklastik yang tergabung dalam Formasi Semilir dan breksi vulkanik yang tergabung dalam Formasi Nglanggeran serta disusun oleh tanah latosol bertekstur lempung hingga pasir. Daerah penelitian juga dijumpai struktur geologi yang berkembang berupa patahan dan juga kondisi curah hujan lebih dari 2000mm/th dengan tataguna lahan didominasi oleh hutan dan perkebunan. Penelitian ini menghasilkan peta zona kerentanan tanah longsor rendah, sedang, dan tinggi yang didominasi oleh kerentanan yang sedang. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai infomasi utama dalam upaya mitigasi bencana tanah longsor pada daerah Wukirsari, Imogiri, Bantul.</p> Hafid Rizki Nur Rohman Farizki Budi Pangestu Aan Munandar Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Studi Inovasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-04-29 2022-04-29 2 2 17 23 10.52000/jsi.v2i2.90 Strategi Mempertahankan Perekonomian Keluarga Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Tengah Pandemi Covid-19 Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba https://jurnal.studiinovasi.id/jsi/article/view/92 <p>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer berupa informan dan data sekunder berupa dokumen dan literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan yang tinggi antar individu dapat membentuk modal sosial yang kuat sehingga mampu membentuk jaringan sosial di dalam suatu kelompok. Modal sosial yang dimiliki oleh desa Kurau Barat dengan UMKM yang ada sangat dirasakan keberadaannya sehingga memberikan hasil yang efektif terhadap pengembangan usaha yang mereka kelola, Peran modal sosial di dalam masing-masing individu mempengaruhi kapasitas dan kualitas di dalam desa tersebut. Modal sosial yang didayagunakan secara efektif dapat memberikan dorongan untuk pengembangan usaha. Pengembangan secara internal dari kelompok usaha “Getas dan Ampiang” dalam meningkatkan potensi dengan cara menggunakan modal awal dengan tabungan sendiri, melakukan inovasi untuk hasil produksinya, memperluas jaringan pemasaran, dan melengkapi sarana dan prasarana usahanya. Selain itu, fasilitasi dari pihak eksternal yaitu Dinas Koperasi dan Dinas Perindustrian dan perdagangan telah memberikan akses UMKM terhadap sumber-sumber permodalan, mengadakan pembinaan dan pelatihan, kegiatan promosi produk, memperluas pemasaran produk, serta menyediakan sarana dan prasarana. Namun beberapa pengusaha terkendala dengan meningkatnya harga bahan baku, keterbatasan bahan baku, memiliki permasalahan dalam permodalan, kurangnya sarana dan prasarana.</p> <p>&nbsp;</p> Hammidah Quranis Putra Pratama Saputra Fitri Ramdhani Harahap Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Studi Inovasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-04-29 2022-04-29 2 2 24 30 10.52000/jsi.v2i2.92 Inovasi Sosial Kebersihan : Studi Tentang Pendidikan Hidup Sehat di Komunitas Petojo Binatu RT 02 RW 08 Jakarta Pusat https://jurnal.studiinovasi.id/jsi/article/view/95 <p>Fokus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan perilaku sosial yang terjadi pada komunitas Petojo Binatu I RT 02 RW 08. Perubahan sosial terjadi sejak hadirnya program–program kebersihan yang diprakarsai oleh lembaga asing yaitu USAID (United States Agency for International Developments) yang dibantu oleh lembaga lokal seperti Mercy Corps. Pada awalnya, kawasan Petojo Binatu lebih dikenal sebagai salah satu wilayah kumuh atau slump area di Jakarta. Akan tetapi, sejak bergulirnya program kebersihan yaitu MCK Plus pada tahun 2007, kini wilayah Petojo Binatu berubah menjadi kawasan percontohan.</p> Priantoro Krisie Nugroho Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Studi Inovasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-04-29 2022-04-29 2 2 31 37 10.52000/jsi.v2i2.95 Politik Implementasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai Inovasi di Desa Jelutung II Kecamatan Simpang Rimba Tahun 2020 https://jurnal.studiinovasi.id/jsi/article/view/89 <p>Implementasi merupakan suatu aktivitas, aksi dan tindakan. Namun, implementasi bukan hanya sekedar aktivitas biasa, melainkan pelaksanaan kegiatan yang terencana untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan. Akan tetapi implementasi suatu program tidak dapat direalisasikan dengan mudah. Terdapat beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan untuk keberhasilan dari implementasi tersebut. Semakin banyak faktor-faktor tersebut diabaikan, maka semakin sulit untuk mencapai tujuan dari kebijakan tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui politik implementasi program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dan menganalisis faktor pendukung serta penghambat implementasi program BSPS di Desa Jelutung II. Penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari Merilee S. Grindle sebagai landasan dasar penelitian. Terkait konsep implementasi kebijakan tersebut terdapat dua variabel besar yakni, yang pertama isi kebijakan yang terdapat enam indikator lainnya yaitu; kepentingan kelompok sasaran (<em>target group)</em>, jenis dan manfaat yang diterima oleh <em>target group,</em> derajat perubahan yang diinginkan, letak sebuah program, pelaksanaan program atau implementor dan sumber daya. Kemudian yang kedua berdasarkan lingkungan kebijakan terdapat tiga indikator lainnya yaitu: a) kekuasaan, kepentingan, dan strategi aktor yang terlibat. b) karakteristik lembaga dan penguasa c) kepatuhan dan daya tanggap. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer yang berasal dari wawancara tidak terstruktur dengan 19 informan. Para informan tersebut terdiri dari 2 perangkat desa bagian kasi pelayanan yang bertanggung jawab dalam program BSPS di Desa Jelutung II, 1 orang TFL BSPS Desa Jelutung II, 9 orang penerima program BSPS dan 9 orang non penerima program BSPS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Jelutung II Kecamatan Simpang Rimba sudah terimplementasi walaupun berjalan kurang efektif. Berdasarkan dari beberapa faktor-faktor implementasi kebijakan menurut Grindle terdapat beberapa yang kurang efektif dalam pelaksanaan kebijakan program BSPS di Desa Jelutung II. Hal tersebut terlihat dari pada saat penentuan calon penerima bantuan masih terdapat penerima yang kurang tepat serta adanya keterlambatan barang bangunan dan keterbatasan dari anggaran yang ada dari penerima bantuan. Faktor pendukung dari program BSPS di Desa Jelutung II yaitu, kualitas bahan bangunan yang bagus. Adapun faktor penghambatnya ialah cuaca, ketersedian tukang bangunan dan keterlambatan bahan bangunan.</p> <p> </p> Renia Renia Bustami Rahman Sarpin Sarpin Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Studi Inovasi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-04-29 2022-04-29 2 2 38 50 10.52000/jsi.v2i2.89